Kamis, 21 Februari 2013 17:49
“Memang belum diketahui motif dan siapa pelaku penyerangan serta penghadangan, yang menewaskan 8 anggota TNI serta beberapa lainnya luka tembak. Sebagai manusia kami jelas prihatin dengan peristiwa itu, para prajurit itu juga punya keluarga dan sangat terluka. Untuk itu, Polisi harus segera mengungkap peristiwa ini secara tuntas,”kata Julius Miagoni Sekretaris Komisi A DPR Papua yang membidangi Politik, keamanan dan HAM kepada wartawan, Kamis 21 Febuari.
Kendati mendukung pengungkapan peristiwa itu secara tuntas, kata dia, DPR Papua mengharapkan tetap dilakukan secara terukur dan profesional. “Kalau melakukan penyisiran guna mencari pelaku, sebaiknya dengan cara profesional, jangan sampai rakyat tak berdosa menjadi korban, nanti malah jadi sorotan publik,”tegasnya.
Namun, Julius Miagoni juga mengakui kesulitan aparat dalam mencari para pelaku, karena sistem yang digunakan kelompok bersenjata selalu gerilya bersembunyi ditengah-tengah masyarakat. “Memang susah membedakan mana OPM mana masyarakat, tapi kalau dilakulan secara profesional pastoi bisa,”jelasnya.
DPR Papua juga menyoroti maraknya peredaran senjata api dan amunisi di Papua, tapi tak kunjung bisa diungkap Polisi. “Ini kan jadi pertanyaan masyarakat, kenapa senjata api dan amunisi begitu banyak beredar di masyarakat. Sebab, melihat banyaknya korban yakni 8 prajurit pasti amunisi mereka juga banyak,”kata dia.
Jadi, lanjut dia, jaringan pengedar senjata dan amunisi harus diungkap dulu guna memutus mata rantai peredarannya. “Ungkap dulu, sindikatnya, dari dalam negeri atau luar negeri atau malah memang aparat sendiri, jangan sampai ini terus menjadi misteri dan aksi penembakan terus berlanjut,”tandasnya.
Julius optimis, dari hasil penyelidikan terhadap peluru yang menewaskan 8 prajurit, pasti bisa diidentifikasi jenis pelurunya apakah buatan luar negeri atau domestik. “Dari hasil penyelidikan ini bisa didorong mengungkap asal senjata dan amunisi,”tegasnya.
Sekali lagi, tandasnya, DPR Papua mengharapkan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, guna mengungkap aktor dibelakang serangkaian aksi penembakan. “Penyelidikan harus menyeluruh hingga ke akar-akarnya, agar jelas siapa pelaku dan apa yang diinginkan mereka,”paparnya.(jir/don/l03)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar