Kamis, 16 Mei 2013

KORBAN TEWAS LONGSOR FREEPORT BERTAMBAH

sumber tabloidjubi.com


Jayapura, 16/5 (Jubi) - Upaya pencarian korban longsor di areal Big Gossan PT Freeport Indonesia masih terus dilakukan. Dimana pada pukul 02.50 WIT dini hari, tim penyelamat kembali mengevakuasi satu tambahan korban meninggal atas nama Rooy Kailuhu. Jadi saat ini korban meninggal bertambah menjadi lima orang 

PT. Freeport Indonesia (PTFI) masih terus melakukan proses evakuasi korban longsor yang terjadi di areal tambang PT. Freeport Indonesia, Selasa (14/5) pagi. 

“Hingga saat ini, proses penyelamatan terhambat dengan terbatasnya ruang gerak di dalam terowongan, hal tersebut membuat tim penyelamat tidak dapat menggunakan alat berat yang sangat dapat membantu proses pemindahkan reruntuhan,”  kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto, dalam rilis pers PTFI yang diterima Jubi, Kamis (16/05) sore. 

Dia menjelaskan, kehadiran dirinya di area insiden adalah untuk berbicara langsung dengan tim penyelamat yang telah bekerja siang malam untuk mengevakuasi mereka yang masih terperangkap di bawah reruntuhan. “Para anggota tim penyelamat telah bekerja tanpa henti selama dua hari dan mereka terus berusaha untuk mengevakuasi para karyawan kami yang masih terperangkap secepatnya,” kata Rozik. 

Menurut Dia, semalam perusahaan menerbangkan empat orang psikolog yang ahli di bidang untuk memberikan penanganan trauma untuk memberikan konseling. Mereka telah berkomunikasi dengan para keluarga korban dan Para karyawan lainnya yang membutuhkan pendampingan dan dukungan dalam menghadapi situasi ini. “Empat orang yang selamat telah diterbangkan ke Jakarta untuk penanganan medis lebih lanjut pagi ini. Seluruh karyawan yang selamat dilaporkan berada dalam kondisi stabil,” ujarnya.


Dengan adanya insiden ini, ujar Dia, PTFI masih menghentikan kegiatan operasional sementara di area pertambangan di hari kedua sebagai tanda belasungkawa dan simpati terhadap mereka yang meninggal dunia. Penghentian kerja ini sifatnya sementara selama masa penyelamatan dan pemulihan berlangsung. 

“PTFI juga menunda proses negosiasi dengan Pengurus Unit Kerja – Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK-FSP KEP SPSI) terkait Perjanjian Kerja Bersama periode 2013-2015 karena alasan yang sama,” katanya. 

Diketahui, kehadiran Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto, didampingi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Thamrin Sihite. Hari ini Presdir PTFI juga dijadwalkan akan mengunjungi korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit Tembagapura. 

Runtuhnya sebagian terowongan Big Gossan terjadi di area yang tidak memiliki dampak material langsung terhadap kegiatan operasional pertambangan. (Jubi/Alex)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar