Minggu, 13 Januari 2013

Penembakan di Mulia Pelaku Pakai Senjata Laras Pendek


Jum'at, 11 Januari 2013 23:07

Tito Carnavian 


















JAYAPURA - Pelaku penembakan terhadap anggota TNI dan warga sipil di Mulia Puncak Jaya Papua,  Kamis 10 Januari,  menggunakan senjata api laras pendek. Hal itu terungkap setelah Polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Pelaku penembakan satu orang dan menggunakan senjata api laras pendek namun jenisnya belum diketahui secara pasti,’’ujar Kapolda Papua Irjen Pol Tito Carnavian kepada wartawan, Jumat 11 Januari.
  Kepastian pelaku menggunakan senjata laras pendek, kata Kapolda, dari hasil olah TKP. “Keterangan sejumlah saksi yang sudah kami mintai keterangan, pelaku bukan pakai senjata laras panjang,’’ujarnya.
Meski pelaku penembakan satu orang, namun tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang tugasnya melakukan pemantauan. “Memang kesimpulan sementara, pelakunya tunggal, tapi bisa saja ada temannya yang mengawasi dan memberikan informasi, ini juga yang masih kami dalami,’’tukasnya.  
     Kata dia,  pasca penembakan tersebut,    Polres  Puncak Jaya  telah melakukan Olah TKP. Kemudian membantu korban  termasuk memberikan donor darah untuk  korban yang  kritis. “Kami  rencana  mengirim Tim  ke Mulia untuk melaksanakan Olah TKP  lanjutan, melakukan  penyelidikan serta identifikasi  terhadap kelompok  sipil  bersenjata  atau tersangka  yang diduga  melakukan aksi  penembakan tersebut,” kata  dia.
Sejauhmana  keterlibatan kelompok sipil  bersenjata  tertentu  setelah  dilakukan   identifikasi, lanjutnya,    pihaknya  sudah mendapat   informasi, sebetulnya  ada beberapa  kelompok  yang selama satu dekade ini  terus-menerus melakukan  aksi  penembakan dan kekerasan  di  Puncak Jaya. 
“Jadi  kita tinggal memetakan kelompok sipil   bersenjata  mana  yang paling  mungkin  melakukan tindakan itu baik  dari segi kemungkinan  motif, kemudian kemungkinan ciri- ciri pelaku, kemudian  jenis senjata   yang digunakan kita  sudah mengarah kepada satu kelompok tertentu. Tinggal kita  melakukan pendalaman   kepada kelompok ini,” kata dia.
Apakah kelompok Goliath Tabuni?  Semua  kemungkinan  bisa  saja  terjadi. Tapi dari pemeriksaan sementara pelaku penembakan  bukan  dari  kelompok   Goliat  Tabuni. Informasi  sementara ya. Saya  nggak memastikan. Semua  kemungkinan  bisa  terjadi,” ujar  Kapolda Papua Irjen (Pol)  Drs. M. Tito Karnavian, MA ketika dikonfirmasi usai  pertemuan  dengan  insan pers  di  Restoran Bagus Pandang, Jayapura, Jumat (11/1).
Namun  demikian,  ujar  dia,  dari hasil penyelidikan sementara  sudah mengarah kepada satu kelompok  sipil   bersenjata  tertentu. Tinggal melakukan pendalaman   kepada kelompok ini.
Sudah  berapa  pelaku    yang diindentifikasi, kata dia, sementara  pelakunya  tunggal    tapi  bisa  saja  mungkin ada   yang  membantu, mengawasi  memberi informasi. Bisa saja. Tapi  eksekusi  pelakunya  tunggal.
Jenis  senjatanya,   tukas  dia,  dari  saksi mata melihat  senjata  laras pendek.  Sementara  untuk  jenisnya  apa  nanti  kita  akan lihat  setelah  ada  pemeriksaan  forensik.
Sementara itu, kedua  korban masing-masing  Abbas Hadis dan  Praka Hasan telah diterbangkan  dari Mulia ke Bandara  Sentani  menggunakan maskapai  Yajasi pada Jumat (11/1) pukul 10.34 WIT.
“Korban Abbas Hadis langsung  diterbangkan ke  Surabaya  menggunakan Lion  Air. Sedangkan Praka Hasan dari Bandara  Sentani diterbangkan Helycopter Puma ke Lapter  Kodam XVII/Cenderawasih selanjutnya dibawa ke RS  Marthen Indey,”  ujarnya.  (mdc/jir/don/l03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar