Jum'at, 11 Januari 2013 23:07
JAYAPURA - Pelaku penembakan terhadap anggota TNI dan warga sipil di Mulia Puncak Jaya Papua, Kamis 10 Januari, menggunakan senjata api laras pendek. Hal itu terungkap setelah Polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Pelaku penembakan satu orang dan menggunakan senjata api laras pendek namun jenisnya belum diketahui secara pasti,’’ujar Kapolda Papua Irjen Pol Tito Carnavian kepada wartawan, Jumat 11 Januari.
Kepastian pelaku menggunakan senjata laras pendek, kata Kapolda, dari hasil olah TKP. “Keterangan sejumlah saksi yang sudah kami mintai keterangan, pelaku bukan pakai senjata laras panjang,’’ujarnya.
Meski pelaku penembakan satu orang, namun tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang tugasnya melakukan pemantauan. “Memang kesimpulan sementara, pelakunya tunggal, tapi bisa saja ada temannya yang mengawasi dan memberikan informasi, ini juga yang masih kami dalami,’’tukasnya.
Kata dia, pasca penembakan tersebut, Polres Puncak Jaya
telah melakukan Olah TKP. Kemudian membantu korban termasuk memberikan
donor darah untuk korban yang kritis. “Kami rencana mengirim Tim ke
Mulia untuk melaksanakan Olah TKP lanjutan, melakukan penyelidikan
serta identifikasi terhadap kelompok sipil bersenjata atau
tersangka yang diduga melakukan aksi penembakan tersebut,” kata dia.
Sejauhmana keterlibatan kelompok sipil bersenjata tertentu setelah dilakukan identifikasi, lanjutnya, pihaknya sudah mendapat informasi, sebetulnya ada beberapa kelompok yang selama satu dekade ini terus-menerus melakukan aksi penembakan dan kekerasan di Puncak Jaya.
“Jadi kita tinggal memetakan kelompok sipil bersenjata mana yang paling mungkin melakukan tindakan itu baik dari segi kemungkinan motif, kemudian kemungkinan ciri- ciri pelaku, kemudian jenis senjata yang digunakan kita sudah mengarah kepada satu kelompok tertentu. Tinggal kita melakukan pendalaman kepada kelompok ini,” kata dia.
Apakah kelompok Goliath Tabuni? Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi dari pemeriksaan sementara pelaku penembakan bukan dari kelompok Goliat Tabuni. Informasi sementara ya. Saya nggak memastikan. Semua kemungkinan bisa terjadi,” ujar Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, MA ketika dikonfirmasi usai pertemuan dengan insan pers di Restoran Bagus Pandang, Jayapura, Jumat (11/1).
Namun demikian, ujar dia, dari hasil penyelidikan sementara sudah mengarah kepada satu kelompok sipil bersenjata tertentu. Tinggal melakukan pendalaman kepada kelompok ini.
Sudah berapa pelaku yang diindentifikasi, kata dia, sementara pelakunya tunggal tapi bisa saja mungkin ada yang membantu, mengawasi memberi informasi. Bisa saja. Tapi eksekusi pelakunya tunggal.
Jenis senjatanya, tukas dia, dari saksi mata melihat senjata laras pendek. Sementara untuk jenisnya apa nanti kita akan lihat setelah ada pemeriksaan forensik.
Sementara itu, kedua korban masing-masing Abbas Hadis dan Praka Hasan telah diterbangkan dari Mulia ke Bandara Sentani menggunakan maskapai Yajasi pada Jumat (11/1) pukul 10.34 WIT.
“Korban Abbas Hadis langsung diterbangkan ke Surabaya menggunakan Lion Air. Sedangkan Praka Hasan dari Bandara Sentani diterbangkan Helycopter Puma ke Lapter Kodam XVII/Cenderawasih selanjutnya dibawa ke RS Marthen Indey,” ujarnya. (mdc/jir/don/l03)
Sejauhmana keterlibatan kelompok sipil bersenjata tertentu setelah dilakukan identifikasi, lanjutnya, pihaknya sudah mendapat informasi, sebetulnya ada beberapa kelompok yang selama satu dekade ini terus-menerus melakukan aksi penembakan dan kekerasan di Puncak Jaya.
“Jadi kita tinggal memetakan kelompok sipil bersenjata mana yang paling mungkin melakukan tindakan itu baik dari segi kemungkinan motif, kemudian kemungkinan ciri- ciri pelaku, kemudian jenis senjata yang digunakan kita sudah mengarah kepada satu kelompok tertentu. Tinggal kita melakukan pendalaman kepada kelompok ini,” kata dia.
Apakah kelompok Goliath Tabuni? Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi dari pemeriksaan sementara pelaku penembakan bukan dari kelompok Goliat Tabuni. Informasi sementara ya. Saya nggak memastikan. Semua kemungkinan bisa terjadi,” ujar Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, MA ketika dikonfirmasi usai pertemuan dengan insan pers di Restoran Bagus Pandang, Jayapura, Jumat (11/1).
Namun demikian, ujar dia, dari hasil penyelidikan sementara sudah mengarah kepada satu kelompok sipil bersenjata tertentu. Tinggal melakukan pendalaman kepada kelompok ini.
Sudah berapa pelaku yang diindentifikasi, kata dia, sementara pelakunya tunggal tapi bisa saja mungkin ada yang membantu, mengawasi memberi informasi. Bisa saja. Tapi eksekusi pelakunya tunggal.
Jenis senjatanya, tukas dia, dari saksi mata melihat senjata laras pendek. Sementara untuk jenisnya apa nanti kita akan lihat setelah ada pemeriksaan forensik.
Sementara itu, kedua korban masing-masing Abbas Hadis dan Praka Hasan telah diterbangkan dari Mulia ke Bandara Sentani menggunakan maskapai Yajasi pada Jumat (11/1) pukul 10.34 WIT.
“Korban Abbas Hadis langsung diterbangkan ke Surabaya menggunakan Lion Air. Sedangkan Praka Hasan dari Bandara Sentani diterbangkan Helycopter Puma ke Lapter Kodam XVII/Cenderawasih selanjutnya dibawa ke RS Marthen Indey,” ujarnya. (mdc/jir/don/l03)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar