Rabu, 05 Desember 2012

Desak Perundingan Bukan Dialog

Bintang Papua
 
Rabu, 05 Desember 2012 08:59
Juru Bicara TPN-PB:  Untuk Selesaikan Konflik  Papua

 Jonah Wenda
Jonah Wenda
JAYAPURA—Juru  BicaraTentara  Pembebasan Nasional-Papua Barat  (TPN-PB)   Col. Jonah Wenda   meminta    Kapolda  Papua Irjen  (Pol)  Drs. M. Tito Karnavian, MA  untuk menyampaikan  kepada Presiden  Susilo  Bambang  Yudhoyono  terkait   rencana  perundingan antara pemerintah  RI dengan rakyat  Papua Barat dan bukan dialog nasional.
Hal ini  sesuai     hasil pembicaraan  awal antara Utusan Khusus Presiden RI  Dr. Farid  Husein dengan Staf  Komando Markas Pusat TPN-PB di Swissbelt Hotel, Jayapura,  11 November  2011 silam.
Demikian disampaikan  Col. Jonah Wenda usai menyerahkan dokumen  kepada   Kabid  Humas  Polda Papua AKBP I Gede  Sumerta Jaya, SIK, Selasa (4/12).  Dia  mengatakan,     pembicaraan  ini dilandasi  atas  saling menghormati  dan  saling menghargai diantara  kedua belah pihak  serta  juga dilandasi semangat  untuk menyelesaikan  konflik  antara  pemerintah RI dengan  rakyat  Papua.
Kata  dia,  dalam  pembicaraan disepakati untuk akan dilakukannya pembicaraan lebih  lanjut  guna  membahas  agenda  yang diusulkan pihak  rakyat Papua Barat  kepada pemerintah RI.
Karenanya,  berdasarkan  itikat  baik dari pemerintah RI dalam  upaya  penyelesaian  konflik  yang   berkepanjangan di  Papua Barat dengan  misi  kepresidenan dengan surat  penugasan khusus Dr. Farid Husein   No.R-50/Pres/09/2011  tertanggal 21 September  2011 di Swissbelt Hotel, Jayapura.
Dikatakan,  perundingan antara pemerintah  RI dengan  rakyat  Papua Barat  sebelumnya  disepakati  pada  saat  Komperensi Tingkat  Tinggi  TPN-PB  I  pada  tahun 2007  silam di Scofcau, Bewani, Papua New Guinea (PNG).   Menyikapi  lebih  lanjut  fenomena  yang  ada, lanjutnya,  itikat   baik  kembali dimunculkan untuk  mencapai  suatu kesepakatan  bersama  dalam upaya  penyelesaian mendasar konflik  Papua  Barat dengan  mengutus  Dr. Farid Husein pihaknya  mengusulkan pemerintah   RI segera  membuka diri untuk melaksanakan   perundingan  bukan Dialog  Nasional.  Pertemuan hanya  dibatasi pada Protocoler Perundingan  yang  dilaksanakan di New  Zealand  15 November 2011. Juru   runding  5  orang.
Terkait  rangkaian aksi  penyerangan  Kantor  Polsek  Pirime  dan penembakan seorang  warga sipil  di Tiom, ibukota  Lanny Jaya,  ujarnya, pihaknya  mengharapkan agat  aparat keamanan  lebih  profesional  mengungkap pelakunya.  “Jangan sampai  warga sipil  terus-menerus dikorbankan,”  tandasnya.  
Terpisah, Kabid  Humas  Polda Papua AKBP I Gede  Sumerta Jaya, SIK ketika dikonfirmasi membenarkan  pihaknya   telah  menerima dokumen dari Jonah Wenda.  “Dokumen   itu  sudah saya serahkan  kepada  Kapolda,”katanya. (mdc/don/l03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar