Selasa, 04 Desember 2012

Orasi 1 Desember, Viktor Yeimo Ditangkap

Senin, 03 Desember 2012 09:41
Di Sentani,  Satu Warga Diciduk  Membawa Ratusan Butir  Amunisi
Viktor Yeimo
Viktor Yeimo
JAYAPURA—Aksi demo  memperingati    HUT  Organisasi  Papua  Merdeka (OPM)  1 Desember ,  khususnya  di Jayapura diwarnai   penangkapan  salah-satuh   pentolan Komite  Nasional   Papua Barat  (KNPB) Viktor  Yeimo.
Viktor ditangkap , setelah aparat   Polres Jayapura  Kota  dan Jajaran  membubarkan  paksa  puluhan  massa  yang   tengah    long march  dari Perumnas III Waena menuju  Makam  Theys  di Sentani, untuk  peringatan  syukur  dan doa.  Massa  dibubarkan  secara paksa  ketika  tiba  di Depan RS  Dian Harapan, Waena, Jayapura, Sabtu  (1/12) sekitar  pukul 10.30 WIT.
Kapolres  Jayapura   Kota  AKBP Alfred Papare, SIK  didampingi  Kabid  Humas Polda Papua   AKBP  I Gede  Sumerta Jaya, SIK yang  dikonfirmasi  membebarkan,  pihaknya  telah  menangkap  salah-seorang  pentolan   KNPB Viktor  Yeimo  sesaat setelah menggelar orasi   Papua  merdeka di Depan RS  Dian Harapan  Waena. 
Menurut  Kapolres, sesaat setelah menyampaikan  orasi menuntut  Papua  merdeka di  Depan n RS Dian  Harapan, Waena massa  mulai  anarkis    melempar  batu ke arah  aparat keamanan, yang  mencederai  seorang  warga.  Selanjutnya, aparat membubarkan  paksa  massa dengan menyemperotkan gas  air mata serta melakukan  tembakan  peringatan  sebanyak  dua kali. “Kami  memblokir   jalan  di Depan  RS  Dian Harapan,  karena  kwatir  mereka  bergabung  di Expo dengan  massa   yang  lebih  besar  lagi,” katanya.
Alhasil,  Viktor Yeimo ditangkap dan digelandang  ke  Polsek  Abepura  untuk diinterogasi. Usai  diinterogasi  Viktor  Yeimo  dilepas.

Di Makam Thyes
Peringatan 1 Desember, di Sentani ibukota Kabupaten Jayapura, berlangsung aman dan kondusif. Dari pantauan Bintang Papua di lapangan, Polisi dan TNI melakukan penjagaan di sejumlah titik khususnya di depan lapangan makam Alm Theys Eluay yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan ibadah syukur.  Namun rupanya batal karena tahun ini hanya dilakukan acara bakar batu oleh jajaran Polres Jayapura bersama masyarakat.
“Bakar batu ini juga merupakan bagian dari ibadah syukur, jangan jadikan 1 Desember sebagai hari yang ditakuti tapi jadikan Desember sebagai bulan yang penuh damai,” ungkap Kapolres Jayapura AKBP Roycke Harry Langie, SIK.MH kepada wartawan yang ditemui di lapangan Theys Eluay pada Sabtu (01/12).
Terkait pengamanan yang dilakukan, lanjutnya, pihaknya menurunkan sekitar 600 personel dibantu Brimob dan TNI.
“Bersyukur, situasi terus kondusif atas kerjasama semua pihak dan tidak ada gejolak maupun pengibaran bendera bintang kejora,” imbuhnya.
Dijelaskannya, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak tersulut isu-isu yang menyesatkan. Yang mana, jangan membuat image setiap tanggal 1 Desember menjadi mencekam, tapi jadikan bulan Desember bulan penuh damai dan kasih, apalagi menjelang Hari Raya Natal.
Sementara itu, sehari menjelang peringatan HUT OPM, Kepolisian Resort Jayapura menyita 170 butir peluru kaliber 5,56 mm yang biasa digunakan untuk senjata jenis SS1 dari seorang warga berinisial MM saat melakukan razia gabungan malam bersama Yonif 751, di kawasan Hawai Sentani.
Kapolres mengatakan, tersangka MM saat ini sudah digelandang ke Polres Jayapura untuk dimintai keterangan apakah MM ada kaitannya dengan peringatan 1 Desember atau tidak.
“Masih dalam penyelidikan, nanti kita informasikan lagi,” pungkasnya.
Dalam razia tersebut, Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam seperti parang dan badik.
Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Papua Kabid  Humas Polda Papua  AKBP  I Gede Sumerta Jaya, SIK. Ia mengatakan
seorang  warga bernisial MM diciduk  saat  membawa   170 butir amunisi kaliber 5,56  di  Depan Hotel Hawai, Sentani Kota, Kabupaten  Jayapura,  Jumat (30/11) sekitar pukul 23.00  WIT.
DIkatakan, tersangka  dan  barang bukti kini diamankan guna  dimintai keterangan secara intensif  di Polres Jayapura, Sentani. 
Dia mengatakan,  pencidukan seorang  warga   yang membawa 170  butir amuniasi  ini, menyusul   sweeping   gabungan  oleh Anggota Polres Jayapura dan Anggota Yonif  751/BS (BKO Polres) .

Sempat Diisukan Rusuh
Meskipun sempat diisukan rusuh, Peringatan 1 Desember 2012 yang diklaim sebagai hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) tak mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah berjalan yang ada di Kabupaten Jayapura khususnya di Kota Sentani. Walaupun demikian, masih ada beberapa sekolah yang memulangkan siswanya lebih awal dan meniadakan kegiatan di sekolahnya masing-masing.
Menurut Wakasek Urusan Humas SMAN 1 Sentani Agnes Mambieuw, S.Pd, proses KBM disekolahnya berjalan normal seperti biasanya, berbeda dengan tahun lalu yang diliburkan.
“Kita belajar seperti biasa, kita melakukan persiapan menghadapi ujian semester ganjil pada hari Senin tanggal 3 Desember, tidak ada instruksi dari dinas sekolah diliburkan,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (01/12).
Dikatakannya, pihaknya mempercayakan kepada pihak Kepolisian terkait perayaan 1 Desember ini dan keamanannya.
“Semoga situasi baik-baik saja, tidak ada keributan apapun,” harapnya.
Sekedar diketahui, Kepolisian Resort Jayapura menurunkan sedikitnya 600 personel dibantu Brimob dan TNI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Jayapura, AKBP Roycke Harry Langie, SIK.MH kepada wartawan, di lapangan Makam Theys Eluay, Sabtu (01/12) menuturkan, sampai saat ini situasi terus kondusif dan terkendali atas kerjasama semua pihak dan tidak ada gejolak maupun pengibaran bendera bintang kejora.
“Kami menghimbau masyarakat jangan tersulut isu-isu yang menyesatkan, jangan buat image setiap 1 Desember menjadi mencekam, tapi jadikan bulan Desember bulan penuh damai dan kasih, apalagi menjelang Hari Raya Natal,” himbaunya. (mdc/dee/don/l03)

www.Bintang papua.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar