Senin, 17 Desember 2012

Penangkapan Hubert Mabel Tak Ada Kaitan Organisasi Manapun

Bintang papua.com
Selasa, 18 Desember 2012 09:57

 
Paulus Waterpauw
Paulus Waterpauw
JAYAPURA—Polda  Papua menegaskan  upaya penangkapan  terhadap Hubert Mabel tidak ada kaitannya dengan suatu organisasi manapun, tapi merupakan murni langkah Polri dalam penindakan terhadap seorang pelaku pelanggaran hukum,  dimana yang bersangkutan masuk dalam  Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres  Jayawijaya karena terlibat penyerangan dan pembakaran Kantor   Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya beberapa waktu lalu.
Hal ini ditegaskan Kabid  Humas  Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya, SIK  di Mapolda Papua, Jayapura,  Senin (17/12).
Dikatakan, upaya pelumpuhan  terhadap Hubert Mabel yang diduga mengakibatkan meninggal dunia, bukan  semata-semata disengaja. melainkan, yang bersangkutan melakukan  perlawanan terhadap aparat menggunakan senjata tajam. Bahkan,  ia juga mencoba merampas senjata api milik anggota yang tengah melakukan upaya penangkapan.
Kata dia, awalnya, anggota menerima informasi Hubert Mabel yang merupakan DPO Polres Jayawijaya terkait kasus penyerangan Polsek Pirime tengah berada di suatu kampung. Sehingga anggota bergegas menuju lokasi guna melakukan penangkapan dan meminta yang berangkutan dan 4 temannya yang membawa parang untuk tiarap. Namun Hubert malah melakukan perlawanan dan mencoba merampas senjata api yang dibawa  petugas, sehingga anggota spontan menembakan dan mengenai kaki. Dia mengemukakan, saat ini pihak kepolisian juga masih menunggu hasil otopsi dari RSUD  Jayawijaya di  Wamena, terkait luka tembak yang  dialami Hubert Mabel.
“Jenazah almarhum dibawa  ke kediamannya, namun kami belum mengetahui apakah langsung dimakamkan atau tidak,” tuturnya.
Terkait kasus ini, dia menambahkan bahwa pihak kepolisian tengah menurunkan Tim Investigasi yang dipimpin langsung Wakapolda Papua.
Sebelumnya, Wakapolda Papua Brigjen (Pol) Drs. Paulus Waterpauw menegaskan, pihaknya segera  berangkat  ke Wamena, untuk melakukan investigasi terkait kasus  ini,  serta melakukan koordinasi dengan para tokoh adat, tokoh gereja  di Wamena. Sedangkan Kabid  Propam akan melakukan upaya-upaya internal, guna menyakini  laporan-laporan yang diterima.
“Saya pikir kalau terjadi suatu persoalan paling sering, sesaat setelah itu ada rangkaian peristiwa yang sulit diprediksi. Namun upaya yang kami lakukan bagaimana cara  kita meredam supaya tidak bergejolak lebih besar lagi,” katanya.
Wakapolda menegaskan, pihaknya berharap situasi ini tak dimanfaatkan pihak-pihak yang lain.   “Kalau ada salah tindakan, maka akan dilakukan secara internal dan kami bertanggung jawab memelihara rasa aman menjalang Natal ini,” ujarnya.
Ditanya tindak lanjut kasus  tersebut, Wakapolda mengemukakan, kini Polres Jayawijaya telah  memeriksa 1 hingga 2 saksi untuk diminati keterangan.  Sementara 4 rekan almarhum yang saat itu dilokasi kejadian melarikan diri ke hutan. (mdc/donl03/adv)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar